Pendidik Zaman Old vs Pendidik Zaman Now
Oleh:
TB. Kusai
Murroh, S.Pd., S.H., M.H.
Akademisi dan Penasehat Hukum LPPH-BPPKB
Banten
Abad 21 adalah era yang berlangsung sejak Tahun 2001 M hingga tahun 2100 M yang banyak
orang menyebutnya Era Revolusi Industri 4.0. Momentum yang menuntut percepatan regenerasi modern, yang
mengedepankan pengetahuan sebagai tombak utama. Siklus perputaran evolusi yang
akan terus menjadi kenyataan bagi masyarakat diseluruh kalangan. Era ini yang ditandai dengan menciptakan inovasi-inovasi baru yang
berpengaruh terhadap perkembangan dunia Pendidikan.Berdasarkan literasi Ilmu
Pendidikan sarjana pendidikan berasumsi - Pembelajaran abad 21 berfokus pada
student center yang berbasisi pada
keterampilan berpikir peserta didik, berupa ; (1) mampu berpikir kritis, (2) mampu
berpikir untuk memecahkan masalah, (3) memiliki
kemampuan untuk menyadari dan mengendalikan proses berpikir secara
sadar(metakognisi), (4) berkomunikasi, (5) berkolaborasi, (6) inovasi dan
kreatif, (7) literasi informasi. Yang
otoritas memilih
palatform/aplikasi digital
sebagai media utama dalam pembelajaran.
Pendidikan Secara etimologi, berasal dari kata “paedagogie” dari bahasa Yunani,
terdiri dari kata “paes” artinya
anak dan “agogos” artinya membimbing. Jadi paedagogie berarti bimbingan yang
diberikan kepada anak. Dalam bahasa Romawi pendidikan berasal dari kata
“educate” yang berarti mengeluarkan sesuatu yang berada dari dalam. Sedangkan
dalam bahasa Inggris pendidikan diistilahkan dengan kata “to educate” yang
berarti memperbaiki moral dan melatih intelektual. Bangsa Jerman melihat
pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni: membangkitkan
kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa
Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan), mengolah, mengubah
kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah
kepribadian sang anak.
Tentu kita sepakat bahwa pendidik sebagai
Pembimbing atau guru menjadi salah satu komponen penting dalam sistem
pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Guru sebagai
Pembimbing merupakan kunci yang sangat menentukan keberhasilan dunia pendidikan
dalam aspek mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan
dan watak, mengubah kepribadian sang anak. Guru sebagai pembimbing yang berkualitas dan profesional dinilai
mampu mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Negara-negara maju di dunia
bisa dipastikan menaruh perhatian yang sangat besar terhadap sektor pendidikan,
terutama kualitas guru sebagai Pembimbing sekaligus sebagai pendidik. Karena itu, keberadaan guru tidak
dapat dipandang sebelah mata.
Dalam konteks ini, Rahmawati (2019) menyatakan,
secara konseptual guru sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai
persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara
profesional, sementara kondisi riil di lapangan masih sangat memprihatinkan,
baik secara kuantitas, kualitas maupun profesionalitas guru.sangat
memprihatinkan menurut Rahmawati bila dihubungkan dengan kondisi Guru sekarang
ini penulis berasumsi lebih memprihatikankan terutama dalam aspek status sosial
ekonomi.Secara ma’rifah tentu semua orang berpaham bahwa ; status sosial
ekonomi berupa kompensasi berupa
kepastian,kemanfaatan dan keadilan akan berkorelasi dengan semangat kerja
yang tinggi sehingga didapatkan hasil
kerja yang bagus;
Salah satu
keberhasilan guru yang status sosial ekonomi berupa kompensasi berupa kepastian,kemanfaatan dan keadilan
dalam mendidik generasi bangsa sangat tergantung pula pada metode pembelajaran.
Metode pembelajaran akan mengalami perubahan sesuai perkembangan zaman. Guru zaman dulu dan zaman sekarang tentu
sudah sangat beda dalam hal pengajaran. Semakin berkembangnya zaman, maka
metode guru akan mengalami perubahan-perubahan di dalam pengajaran.
Menjadi guru di era perkembangan teknologi
pasti akan menghadapi perbedaan dibandingkan zaman dulu. Misalnya, pendidikan
zaman dulu kebanyakan menggunakan gaya mengajar yang berpusat pada guru. Guru
menjadi sumber utama dalam belajar. Sementara gaya mengajar guru zaman now
lebih berpusat pada siswa di mana siswa diberikan kesempatan seluas-luasnya
untuk mengembangkan diri.
Kemajuan
teknologi juga membuat siswa dapat belajar dari mana saja. Media-media yang
digunakan dalam pendidikan tidak lagi hanya sebatas buku, namun guru aman now
sudah sangat akrab dengan teknologi sehingga dapat membuat media berupa video,
slide presentasi, games onteraktif, kuis interaktif, dan lain sebagainya.
Guru Cakap Digital
Saat ini kita hidup di era digital yang berdampak
besar bagi seluruh sektor kehidupan tak terkecuali sektor pendidikan.
Pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, penyelesaian berbagai
tugas dan peningkatan kompetensi guru, tak bisa lepas dari arus perkembangan
informasi dan teknologi. Karenanya, guru zaman sekarang dituntut untuk siap
berubah dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Rendahnya kompetensi dan penguasaan teknologi akan
menjadi penghambat bagi guru di era digital saat ini. Jangan sampai guru kalah
dari peserta didiknya yang kesehariannya sangat popular dengan dunia digital.
Guru mesti berpindah dari pengajaran yang monoton dengan sistem ceramah ke
pengajaran berbasis digital (online). Hal ini penting sebagai upaya untuk
mengurangi kejenuhan para siswa di dalam kelas.
Sebagai pendidik, guru harus paham tentang dunia
digital. Jangan sampai media pembelajaran yang digunakan sangat canggih,
sementara guru kurang paham bagaimana mengoperasikannya. Selain harus kompeten
di bidang keilmuannya, tentu seorang guru harus mampu memanfaatkan teknologi
yang perkembangannya sangat cepat. Guru zaman now harus ‘move on’ dari cara-cara lama dalam mengajar. Sebab, mempertahankan
caracara lama justru akan membuat para siswa tak semangat menyimak materi yang
disampaikan.
Era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan
tersendiri bagi guru Indonesia. Oleh karena itu, guru yang profesional tidak
hanya menguasai empat kompetensi. Di era internet seperti sekarang ini, seorang
guru harus memiliki kompetensi tambahan, yaitu kompetensi digital. Kompetensi
ini sangat penting agar guru mampu berinovasi untuk menyesuaikan diri dengan
perkembangan zaman.
Guru
merupakan tempat berpijak seorang murid. Jika guru tidak memiliki semangat
untuk meningkatkan potensi dirinya termasuk kemampuannya di bidang teknologi,
maka sudah dipastikan guru akan kalah bersaing dari muridnya dalam hal
mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan. Tanpa adanya guru yang
berkualitas yang ditunjang dengan penguasaan teknologi digital, maka sangat
mustahil akan lahir generasi-generasi bangsa yang unggul dan berkualitas
Dengan
asumsi mengacu pada guru yang status sosial ekonomi yang kompensasi berupa kepastian,kemanfaatan dan keadilan
terwujud , kemudian dikembangkan kearah cakap dalam memilih metode, cakap dalam pemanfaatan teknologi
digital, untuk pembimbingan,
pembelajaran dan mendidik yang
dihubungkan dengan ajaran keterampilan abad 21, penulis yakin bahwa gerakan
percepatan regenerasi modern menjadi keniscayaan.yang akan turut berkontribusi
pada terwujudnya masyarakat madani yang maju dan berkarakter Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar